Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Pendidikan Dasar Mahacala UHO (PDMH)

Gambar
Pendidikan Dasar Mahacala UHO adalah pelatihan dengan memberikan ilmu atau teknik-teknik dasar kepencintaalaman kepada para peserta yang merupakan Mahasiswa di lingkup Universitas Halu Oleo. Materi antara lain Wawasan cinta alam dan cinta tanah air, Keorganisasian, Sosiologi Pedesaan, Manajamen Expedisi dan Explorasi, Dasar-dasar Navigasi Darat, SAR dan Kebencanaan, Manajemen Rope (Tali-temali), Jurnalis Lapangan, Sistem Komunikasi Lapangan, Pemetaan Gua, Scuba Dive, Pendataan melalui Transek dan lainnya. Selain memberikan ilmu kepencintaalaman dalam PDMH, juga ditanamkan nilai-nilai keorganisasian, semangat kebersamaan, kepemimpinan, tanggung jawab serta jiwa sosial. Sebuah konsep yang dikemas secara menarik sehingga membuat para peserta tertantang untuk melakukan hal-hal yang baru dan bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa dalam kegiatan alam terbuka, yang menjadi salah satu daya tarik para Mahasiswa  PDMH telah berlangsung sebanyak 28 kali dimulai tahun 1994 sampa...

EXPLORASI GUNUNG TANGKELEMBOKE, LATOMA

Gambar
  OSU NANDO’OTO PEGUNUNGAN TANGKELEMBOKE, PERJALANAN PANJANG EKSPEDISI DAN EKSPLORASI MAHACALA Ketertarikan Mahacala terhadap Osu Nando’oto puncak tertinggi pegunungan Tangkelemboke telah muncul saat survey jalur rintisan Gunung Mekongga pada akhir tahun 1993. Pak Ali tetua wilayah Lasusua dan mantan pasukan Kahar Muzakkar yang juga menjadi nara sumber jalur rintisan Mekongga menerangkan bahwa di tengah daratan Sulawesi Tenggara ada gunung dengan puncak tunggal yang paling tinggi. Menurutnya gunung di tengah daratan Sulawesi puncak itu yang tertinggi dibandingkan dengan gunung-gunung lain yang dia jelajahi selama bergerilya di rimba Sulawesi. Puncaknya berupa bebatuan tinggi menjulang menembus awan. Pak Djalali (90 tahun) tetua desa Nesowi menyebutkan bahwa umumnya masyarakat Tolaki di sekitar Latoma menamakan gunung dan pegunungan di wilayah hulu sungai Latoma tersebut dengan nama Osu Nando’oto. Osu Nando’oto berasal dari Bahasa suku Tolaki yaitu Osu berarti gunung dan Nando’oto ...

EXPEDISI RINTISAN GUNUNG MEKONGGA KOLAKA UTARA

Gambar
Hari ini kami mencapai target, yaitu  camp   1 di ketinggian 480 m dpl. Walaupun disebut   camp , tapi tidak ada   shelter   seperti gunung di Jawa. Semuanya masih serba alami. Sebutan   camp   1 kami buat untuk mempermudah saja. Malam itu cuaca cerah dan cukup hangat. Keesokan harinya kami masih menempuh jalur HBI, hari ini target pergerakan adalah  camp  2 di ketinggian 1.380 m dpl. Jalur mulai menanjak dan banyak sekali bekas longsoran. Di kejauhan tampak jajaran pegunungan yang di ujungnya terletak puncak Mekongga yang berbentuk kubah. Sangat jauh.... ... Pukul 02.00 siang kami tiba di suatu kompleks tebing gamping berwarna putih bersih. Ternyata inilah yang disebut orang desa sebagai Musero-sero. Dalam keyakinan orang Mekongga, tempat ini diyakini sebagai pusat kerajaan jin untuk daerah Kolaka Utara. Banyak kisah misteri mengenai tempat ini. Konon setiap menjelang senja selalu terdengar adzan dari bukit batu gamping yang disebut Kabah. Y...