EXPEDISI RINTISAN GUNUNG MEKONGGA KOLAKA UTARA
Hari ini kami mencapai target, yaitu camp 1 di ketinggian 480 m dpl. Walaupun disebut camp, tapi tidak ada shelter seperti gunung di Jawa. Semuanya masih serba alami. Sebutan camp 1 kami buat untuk mempermudah saja. Malam itu cuaca cerah dan cukup hangat.
Keesokan harinya kami masih menempuh jalur HBI, hari ini target pergerakan adalah camp 2 di ketinggian 1.380 m dpl. Jalur mulai menanjak dan banyak sekali bekas longsoran. Di kejauhan tampak jajaran pegunungan yang di ujungnya terletak puncak Mekongga yang berbentuk kubah. Sangat jauh....
... Pukul 02.00 siang kami tiba di suatu kompleks tebing gamping berwarna putih bersih. Ternyata inilah yang disebut orang desa sebagai Musero-sero. Dalam keyakinan orang Mekongga, tempat ini diyakini sebagai pusat kerajaan jin untuk daerah Kolaka Utara. Banyak kisah misteri mengenai tempat ini. Konon setiap menjelang senja selalu terdengar adzan dari bukit batu gamping yang disebut Kabah. Yang pasti di Musero-sero yang indah ini kami semua terdiam dan mengagumi keelokannya.
Jalur selepas Musero-sero bertambah berat, kami harus memanjat tebing, dan sesudahnya kami segera disambut oleh tanjakan-tanjakan yang tanpa henti. Punggungan yang menjari ke mana-mana dapat menyesatkan bila kami salah memilihnya.
... Pukul 02.00 siang kami tiba di suatu kompleks tebing gamping berwarna putih bersih. Ternyata inilah yang disebut orang desa sebagai Musero-sero. Dalam keyakinan orang Mekongga, tempat ini diyakini sebagai pusat kerajaan jin untuk daerah Kolaka Utara. Banyak kisah misteri mengenai tempat ini. Konon setiap menjelang senja selalu terdengar adzan dari bukit batu gamping yang disebut Kabah. Yang pasti di Musero-sero yang indah ini kami semua terdiam dan mengagumi keelokannya.
Jalur selepas Musero-sero bertambah berat, kami harus memanjat tebing, dan sesudahnya kami segera disambut oleh tanjakan-tanjakan yang tanpa henti. Punggungan yang menjari ke mana-mana dapat menyesatkan bila kami salah memilihnya.
Menjelang senja kami tiba di puncak punggungan sempit di ketinggian 2.520 m dpl – camp 3. Akhirnya tinggal 100 meter lagi menuju puncak. Tapi, puncak Mekongga terlihat masih sangat jauh. Kami harus melewati beberapa punggungan lagi untuk menuju ke sana.
Malam itu kami beristirahat total. Istirahat panjang kami lakukan keesokan harinya, baru pada tanggal 17 Agustus 2001 kami berencana melakukan summit attack.
Akhirnya, tibalah saat yang dinanti itu, hari ini kami akan menyelesaikan pendakian menuju puncak Mekongga. Jalurnya yang selalu berpindah-pindah punggungan sangat melelahkan. Untung semua itu terobati oleh panorama yang elok. Sejauh mata memandang terlihat jajaran bukit gamping yang membentang sepanjang arah barat-timur. Puncak Mekongga sendiri berbentuk kubah yang luas....


Komentar
Posting Komentar